SAMUDERANESIA.CO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan yang unggul, profesional, dan berdaya saing global melalui penyelenggaraan Wisuda Nasional Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Sebanyak 1.853 wisudawan dan wisudawati dari 11 satuan pendidikan tinggi vokasi KKP resmi dikukuhkan sebagai lulusan angkatan 2026. Prosesi wisuda dilaksanakan secara hibrid dengan 665 wisudawan hadir langsung di Jakarta, sementara 1.188 lainnya mengikuti secara daring dari kampus masing-masing. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 lulusan menerima penghargaan Adi Widya atas prestasi akademik dan 21 lulusan menerima Adi Karya atas keteladanan karakter dan dedikasi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, mengatakan pendidikan tinggi vokasi KKP terus bertransformasi untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Melalui Ocean Institute of Indonesia (OII), kami berupaya membangun pendidikan tinggi kelautan dan perikanan yang semakin terintegrasi, berkualitas, dan berorientasi global. Lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi, berwirausaha, serta menghadirkan solusi bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” ujar Nyoman dalam laporannya.
Nyoman menjelaskan, seluruh lulusan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga dibekali portofolio dan berbagai sertifikasi kompetensi sesuai bidang keahlian, di antaranya Basic Safety Training for Fisheries (BST-F), ANKAPIN I, ATKAPIN I, Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), sertifikasi pembesaran dan pembenihan ikan, serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya menghasilkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa kualitas lulusan vokasi KKP telah mendapat kepercayaan dari dunia usaha dan dunia industri.
“Dapat kami laporkan bahwa dari 1.853 wisudawan, sebanyak 432 lulusan telah terserap di dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri,” ungkap Nyoman.
Prosesi pengukuhan lulusan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, yang secara resmi mengukuhkan seluruh lulusan Pendidikan Tinggi Vokasi Kelautan dan Perikanan Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Wamen KKP menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Namun, menurutnya, kekuatan utama bangsa bukan hanya terletak pada kekayaan sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya.
“Laut yang kaya tidak akan mampu menghadirkan kesejahteraan apabila tidak dikelola oleh insan-insan yang memiliki kompetensi, integritas, inovasi, dan kepedulian terhadap keberlanjutan,” tegas Didit.
Didit juga mengingatkan bahwa pada 21 Juli 2026 KKP telah meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai tonggak transformasi pendidikan tinggi vokasi kelautan dan perikanan. Melalui OII, pemerintah akan memperkuat kurikulum adaptif, teaching factory, sertifikasi kompetensi, kemitraan dengan industri, serta peningkatan kualitas dosen dan penelitian guna menghasilkan lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, dan memimpin transformasi sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen KKP juga menyampaikan tiga pesan kepada para lulusan, yakni terus belajar sepanjang hayat, menjaga integritas, dan menjadi pembawa perubahan.
“Kompetensi akan membuka peluang, tetapi karakter dan kejujuranlah yang akan menjaga kepercayaan,” pesannya.
Menutup sambutannya, Didit berharap seluruh lulusan mampu menjadi generasi yang membawa kemajuan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
“Selamat melangkah menuju dunia pengabdian. Jadilah kebanggaan keluarga, almamater, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.



