SAMUDERANESIA.CO.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa pasar perikanan domestik potensial untuk dioptimalkan lantaran kebutuhan pangan terus meningkat, terutama yang berbasis protein. Hal itu disampaikan, Kamis (26/6/2026) untuk mengoptimalkan pasar dalam negeri ini, dan mendorong peningkatan produksi tapi juga menjamin kualitas mutu hasil perikanan.
Senada dengan targer KKP, Trian Yunanda, staf ahli menteri bidang ekonomi, sosial dan budaya KKP, menghadiri acara kegiatan uji coba mesin es bubur di Pantai Indah Djokerto, Trenggalek yang diselenggarakan oleh PT. DS Solutions International, Kamis (26/6/2025).
“Slurry ice, atau bubur es ini, baru diterapkan di Indonesia dan baru pertama kali dilakukan di sini, Trenggalek,” aku Trian.
Kegiatan ini bertujuan untuk menguji performa dari es bubur apabila dibandingkan dengan es balok yang pada umumnya digunakan oleh nelayan. Teknologi mesin es bubur ini merupakan pendekatan baru pada rantai pendingin terutama saat pasca tangkap ikan, dimana es bubur ini dapat membekukan ikan lebih cepat apabila dibandingkan dengan es balok. Selain daripada itu, es bubur juga memiliki suhu yang lebih rendah, yakni di kisaran -3.5°C sedangkan es balok hanya sekitar -0.5°C. Artinya, es bubur dapat membuat ikan lebih beku jika dibandingkan dengan es balok. Terakhir, es bubur pun memiliki tekstur yang lumayan cair lembut seperti bubur, sehingga es bubur dapat menutupi seluruh permukaan ikan yang dibekukan. Apabila menggunakan es balok; maka para nelayan harus menggunakan tambahan air untuk menutupi seluruh permukaan ikan, dan ini pun tidak akan mencapai suhu serendah es bubur.
“Kualitas hasil tangkapan pun akan lebih baik dengan adanya es bubur,” ujarnya.
Es bubur yang dihasilkan dari mesin dimasukan ke dalam coolbox dan coolbox dibawa oleh nelayan untuk berlayar menangkap ikan. Selain daripada itu, nelayan juga membawa coolbox lain yang berisi es balok ditambah dengan air untuk memnandingkan performa dari masing-masing jenis es.
Kegiatan uji coba ini dilakukan oleh dua mahasiswa sebagai peneliti independen dari Universitas Indonesia, Erfito Shuhlan dan Ariel Putra Dewa Aramadhan.
Melalui kegiatan uji coba ini, para nelayan pun memiliki respond yang positif terhadap es bubur.
Hasil uji coba pun sehari setelah ikan dibekukan di coolbox, salah satu nelayan membuka coolbox yang berisi es bubur dan langsung terkejut melihat kondisi ikan yang masih terlihat segar. Dibandingkan dengan ikan yang disimpan dalam es balok. Kondisi ikan yang disimpan dalam es bubur masih beku, kondisi fisiknya bagus, dan tidak terlihat ada pembuluh darah dari ikan yang pecah. Sebaliknya, ikan yang disimpan dalam es balok terasa lebih lembek, di bagian mata ada pembuluh darah yang pecah, dan insangnya tidak terlihat segar.
“ Tentunya dari sisi ilmiah dan dari uji coba ini, kita tahu bahwa produk bubur es ini jauh lebih bagus untuk mempertahankan kesegaran ikan, yang merupakan salah satu permasalahan saat ini.” ujar Trian Yunanda.
Dalam kegiatan uji coba ini, PT DS Solutions International berkomitmen untuk memberikan inovasi teknologi terbaik untuk rantai pendingin. Direktur operasional PT DS Solutions International, Vriky Adiputra, menyebutkan bahwa teknologi mesin es bubur diharapkan menjadi salah satu inovasi teknologi untuk mendukung ekonomi biru Indonesia.
“Kami berkomitmen memberikan inovasi terbaik untuk nelayan. Kasihan kalau selama ini lelah melaut tapi kualitas ikan yang dihasilkan tidak segar akan mempengaruhi harga jual. Dengan es bubur maka kualitas ikan lebih baik, nilai jual bagus dan nelayan untung,” tutup Vriky. (sn)


