SATU TAHUN YAYASAN SAMUDERA INDONESIA TIMUR: WARNA BARU DALAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI MALUKU

SATU TAHUN YAYASAN SAMUDERA INDONESIA TIMUR: WARNA BARU DALAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI MALUKU

SAMUDERANESIA.CO.ID – HARI INI 29 September 2025 Kantor Yayasan Samudera Indonesia Timur (YSIT) agak berbeda dari biasanya. Sejak tiba di kantor pukul 9.00 ada rasa gelisa yang tak biasa. Karena mau kasih tahu ada ucapan syukur bahwa yayasan sudah satu tahun lebih penuh berkiprah, membumi mewanai perkembangan budidaya rumput laut di Maluku, khususnya di Ohoi (desa) Dertawun.

Kegundahan lainnya karena orang orang inti yang berperan penting di yayasan tak bisa bergabung. Seperti Prof Alex Retraubun sebagai pembina tengah di Ambon, non Icha tengah tugas di Lampung, Pak Teguh tengah pulang kampung ke Jawa karena urusan keluarga, dan si paling repot di yayasan non Cheryl tengan mendampingi para peneliti di Tual, Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru untuk kebutuhna Feasibility Studi Lamun (Seagrass) yang sudah sepekan lebih. Sementara Mr Bambang tengah balik ke China. Alhasil perayaan HUT 1st YSIT hanya dirayakan dengan ucapan syukur berdua dengan non Zefannya Gemely “Fani” repot-repot sendiri, sibuk – sibuk sendiri. Tapi tetap hikmat ketika tim kita juga dari Yayasan Mangrove Sosial Indonesia yang dikomandoi non Melisa Silalahi dan Mas Riyan gabung menikmati kudapan yang kami siapkan.

YSIT Sudah berbuat apa usia setahun?

Yayasan Samudera Indonesia Timur (YSIT) telah berhasil menghadirkan perubahan nyata dalam perkembangan budidaya rumput laut di kawasan timur Indonesia, khususnya di Ohoi Dertawun, Maluku Tenggara. Program yang dimulai pada September 2024 ini kini telah memberikan dampak positif terhadap mainset masyarakat pesisir, serta membuka peluang kerja dan peningkatan kapasitas petani lokal.

Sebagai salah satu desa pesisir yang dulunya mengandalkan penghasilan dari hasil tangkapan laut, kini Ohoider Tawun telah menjelma menjadi sentra budidaya rumput laut. Program pembinaan yang dilakukan YSIT meliputi pelatihan teknik budidaya yang ramah lingkungan, manajemen keuangan keluarga nelayan, hingga akses pasar yang lebih luas bagi hasil panen kedepan.

Kami Berkomitmen Membuka Akses dan Meningkatkan Kapasitas Prof. Dr. Alex Retraubun, tokoh akademisi dan penggiat kelautan nasional yang juga merupakan Pembina Yayasan Samudera Indonesia Timur, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian satu tahun ini.

“Satu tahun bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk melihat bahwa ketika masyarakat diberi kesempatan, akses, dan pendampingan yang tepat, mereka bisa tumbuh luar biasa. Ohoider Tawun adalah contoh nyata bahwa kemandirian ekonomi pesisir bukan sekadar wacana. Yayasan akan terus hadir untuk menjembatani ilmu, teknologi, dan kearifan lokal,” ujar Prof. Retraubun.

Kami Hanya Fasilitator, Kesuksesan Ini Milik Masyarakat

Sementara itu, Nelly Marinda Situmorang, Ketua Yayasan Samudera Indonesia Timur, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tak lepas dari semangat kolaborasi antara yayasan, pemerintah lokal, dan masyarakat setempat.

“Kami hanya datang sebagai fasilitator, penyambung antara kebutuhan masyarakat dan sumber daya yang ada. Yang bekerja keras adalah para ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak muda di Ohoider Tawun. Kami berharap ini bisa direplikasi di desa-desa pesisir lainnya di Maluku maupun kawasan timur Indonesia secara luas,” tutur Nelly.

Doa dan Harapan dari Ohoider Tawun

Warga Ohoider Tawun, yang kini menggantungkan penghasilan utama mereka dari budidaya rumput laut, mengaku bersyukur atas hadirnya Yayasan Samudera Indonesia Timur di kampung mereka.

Aisa lefteuw, salah satu penerima manfaat yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan, mengungkapkan bahwa kehadiran program ini membawa perubahan besar bagi keluarganya.

Kami bersyukur dengan hadirnya Yayasan untuk mendukung kebutuhan kami. Lewat rumput laut kami bisa kembali memiliki kesejahteraan. Lewat kegiatan budidaya anak-anak kami bisa sekolah lebih layak. Kami doakan yayasan ini tetap berkarya dan membantu kampung-kampung lain juga, ucapnya dengan haru.

Harapan senada juga disampaikan oleh Ketua Koperasi Samudera Indoensia Timur, Nico Ubro, yang menginginkan agar kemitraan antara masyarakat dan yayasan terus berlanjut dan diperluas.

Kami berdoa agar Tuhan memberkati setiap langkah yayasan ini. Jangan hanya satu tahun, tapi terus bersama kami membangun kampung,pintanya.


Tentang Yayasan Samudera Indonesia Timur:
Yayasan Samudera Indonesia Timur adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pendekatan edukasi, pelatihan, dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Dirgahayu Yayasan Samudera Indonesia Timur teruslah berkarya untuk kemaslahatan umat!  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *