Tim Unpatti dan Universitas Cenderawasih Laksanakan Penelitian Blue Economy di Seram Barat

Tim Unpatti dan Universitas Cenderawasih Laksanakan Penelitian Blue Economy di Seram Barat

SAMUDERANESIA.CO.ID – Universitas Pattimura (Unpatti) bekerja sama dengan dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih melaksanakan penelitian bertajuk “Model Dinamik Perikanan Tangkap dan Ekosistem Pesisir dalam Pengembangan Blue Economy di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.” Penelitian ini bertujuan mengembangkan model dinamis terintegrasi untuk mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan berbasis ekonomi biru dan konservasi, Minggu (21/ 9/2025).

Penelitian ini diketuai oleh Prof. Alex S. W. Retraubun (Manajemen Sumberdaya Kelautan dan Pulau-pulau Kecil, Unpatti), dengan anggota tim Prof. Agustinus Tupamahu (Ilmu Kelautan, Unpatti) dan Eygner Gerald Talakua (Agrobisnis Perikanan, Unpatti). Dari unsur mahasiswa, terlibat Parman Soumory (Prodi Agrobisnis Perikanan) dan Chrisaga Sinodivio Pattiasina (Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan), keduanya dari Universitas Pattimura. Penelitian ini juga menggandeng dosen FMIPA Universitas Cenderawasih, yaitu Lolita Tuhumena, Hardi Hamzah, dan Felycitae Ekalaya Appa, serta melibatkan Gabriela O. Karisoh, alumni Prodi Perikanan Uncen dan Yofreds Tanamal, alumni pasca sarjana MSKP Unpatti  dalam penerapan in situ lapangan dan analisis data.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya degradasi ekosistem pesisir di Seram Bagian Barat akibat pembangunan pesat, pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, dan praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan. Tim peneliti berupaya mengembangkan sebuah model dinamis menggunakan perangkat lunak STELLA, yang dapat mensimulasikan interaksi antara perikanan tangkap dan ekosistem pesisir serta menilai dampak berbagai skenario pengelolaan terhadap produktivitas perikanan, kesehatan ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Gambar 1. Temuan Kima sebagai salah satu biota laut yang dilindungi
Gambar 2. Temuan Teripang nanas dan Ikan nemo di dasar laut perairan Teluk Kotania

Metodologi penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed method), meliputi survei lapangan (pengambilan data stok ikan, karakteristik habitat, praktik penangkapan, dan data sosial-ekonomi), analisis spasial dengan GIS, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, serta integrasi data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya pesisir.

Gambar 3. Penampakan terumbu karang melalu metode Line Intercept Transect (LIT)

Target luaran penelitian meliputi publikasi pada jurnal internasional bereputasi Q3, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk model dinamis, peta kawasan, video dokumentasi, dan pengembangan basis data bio-geofisika pesisir Seram Bagian Barat. Selain kontribusi akademik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan dan strategi pengelolaan perikanan tangkap serta peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi biru yang berkelanjutan. Tim gabungan Unpatti dan Universitas Cenderawasih optimis bahwa kolaborasi lintas disiplin dan institusi ini akan menghasilkan inovasi pengelolaan pesisir yang adaptif dan berkelanjutan, serta menjadi model bagi kawasan lain di Indonesia Timur.

Prof. Alex S. W. Retraubun (enam dari kanan) bersama tim peneliti Unpatti dan Universitas Cenderawasih di kawasan ekowisata mangrove, Seram Bagian Barat/Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *