Warga Sumur Batu Tegaskan Dukungan Untuk PT. Xaviera Global Synergy dan Sentul City Recycle Center

Warga Sumur Batu Tegaskan Dukungan Untuk PT. Xaviera Global Synergy dan Sentul City Recycle Center

SAMUDERANESIA.CO.ID – Tuduhan pencemaran lingkungan yang dialamatkan kepada PT. Xaviera Global Synergy melalui pengelolaan Sentul City Recycle Center (SCRC) sepekan terakhir dibantah keras oleh masyarakat Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Warga menegaskan bahwa pemberitaan sejumlah media dan pernyataan LSM terkait keluhan warga hanyalah fitnah.

Ketua RW 04 Sumur Batu, Obbot, bersama para ketua RT 10, 11, 12, dan perwakilan warga Green Team SCRC menegaskan, masyarakat tidak pernah mengadakan pertemuan dengan pihak Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bogor, Gerakan Mahasiswa Suara Rakyat (Gemasura), maupun media mana pun.

“Kami tidak pernah ada pertemuan dengan LSM LIRA, Gemasura, maupun media. Tuduhan pencemaran dan keluhan bau itu fitnah. Faktanya, keberadaan Sentul City Recycle Center justru membantu masyarakat kami,” ujar Obbot dalam pernyataan resmi, Rabu (17/9/2025).

Warga melakukan klarifikasi atasf itnah yang mengatasnamakan warga setempat. Dalam sikap tegasnya, warga menyampaikan sejumlah poin klarifikasi:
• Tidak pernah ada pertemuan antara RT, RW, maupun tokoh masyarakat Sumur Batu dengan LIRA, Gemasura, dan media.
• Tidak pernah ada keluhan warga terkait bau berkelanjutan ataupun pencemaran lingkungan.
• Warga mengutuk fitnah yang mengatasnamakan masyarakat Sumur Batu.
• Masyarakat Sumur Batu hidup tentram, aman, dan damai serta mendukung semua pihak yang hadir dan membantu masyarakat.

“Demo yang katanya membawa nama warga Sumur Batu kemarin, buktinya tidak ada satu pun warga desa kami yang ikut. Itu menunjukkan isu pencemaran hanyalah rekayasa,” tegas Obbot.

Fakta Sosial dan Ekonomi di lapangan, masyarakat juga mengungkapkan fakta yang jarang terekspos ke publik. Menurut mereka, keberadaan Sentul City Recycle center selama hampir tujuh tahun justru menjadi penopang utama perekonomian warga.


Sebanyak 99 persen pekerja di fasilitas tersebut adalah warga Sumur Batu dan Kecamatan Babakan Madang. SCRC juga menerima pekerja dari kalangan yang sebelumnya sulit diterima dunia kerja, seperti mereka yang tidak berpendidikan, putus sekolah, bahkan buta huruf.

“Perusahaan ini adalah satu-satunya yang mau menerima warga kami tanpa syarat pendidikan. Bahkan disediakan kelas membaca dan berhitung untuk mereka yang buta huruf, serta pelatihan keterampilan menyetir dan mengoperasikan mesin,” jelas Obbot.

Sebelum keberadaan SCRC, banyak warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Tidak sedikit keluarga yang kesulitan makan berhari-hari karena berada di bawah garis kemiskinan. Sejak SCRC berdiri, kondisi itu perlahan teratasi. Anak-anak putus sekolah mulai kembali bersekolah, sementara masalah kelaparan berkurang drastis.

Selain membuka lapangan kerja, PT. Xaviera Global Synergy juga mendukung kegiatan sosial masyarakat, mulai dari olahraga, keagamaan, santunan untuk yatim dan janda, hingga program gerakan ekonomi desa.

“Kalau kami yang tinggal di ring 1 saja tidak pernah terganggu, mustahil pihak yang lebih jauh bisa mengaku mengalami bau. Itu fakta lapangan,” tambah Obbot.

Warga juga melayangkan ultimatum kepada LIRA, Gemasura, dan media yang menyebarkan informasi tidak benar. Mereka diberi waktu 2 x 24 jam untuk menghapus pemberitaan yang dianggap fitnah serta melakukan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka. Jika tidak, warga siap menempuh jalur hukum.

“Jangan pernah korbankan masyarakat kami untuk kepentingan pribadi atau pihak mana pun. Kalau tidak ada klarifikasi, fitnah ini akan kami laporkan ke pihak berwenang,” ujar Obbot.

Tegaskan Hidup Damai
Masyarakat Sumur Batu menegaskan bahwa hingga kini mereka hidup tentram, aman, dan damai. Mereka menolak isu adu domba yang menurut warga sengaja dimainkan pihak luar.

“Salam Satu Bangsa – Warga Dukung Warga,” pungkas Obbot.

Sementara itu, perwakilan dariPT. Xaviera Global Synergy, Restu Hery Gunawan mengatakan, pihaknya tidak pernah mau cari masalah. Semua kegiatan dilakukan sesuai aturan. “Sebenarnya kami sangat friendly untuk urusan berbagi rezeki, asal tidak datang dengan ancaman dan fitnah. Kami dituruh mencemari lingkungan, sementara kami mengelola sampah ditempat kami sendiri,” ujarnya (sn)

Para pengelola Sentul City Recycle Center (SCRC) di Lokasi PT. Xaviera Global Synergy, Sentul, Bogor /istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *